Bank Indonesia — Setiap Rupiah memiliki makna, bahkan hingga di akhir masa edarnya. Prinsip itulah yang diwujudkan Bank Indonesia melalui inovasi program Rupiah Waste to Worth Collaboration, yang sukses membawa lembaga ini meraih penghargaan bergengsi IACA Awards 2026 dalam kategori Best New Environmental Sustainability Project.
Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi atas keberhasilan BI mengelola Limbah Racik Uang Kertas (LRUK) secara bertanggung jawab dan ramah lingkungan. Alih-alih hanya menjadi limbah yang dibuang begitu saja, uang kertas yang sudah tidak layak edar diolah kembali menjadi bahan yang bermanfaat, sehingga tidak menimbulkan dampak buruk bagi lingkungan.
Melalui program ini, Bank Indonesia membuktikan bahwa pengelolaan sistem pembayaran juga dapat selaras dengan upaya pelestarian alam. Uang kertas yang telah habis masa gunanya diproses dengan teknologi tepat guna, sehingga nilai manfaatnya tetap terjaga hingga tahap akhir siklusnya.
“Dari Rupiah untuk keberlanjutan. Kami terus berusaha memberi makna lebih pada setiap tahap pengelolaan uang negara, menuju sistem yang tidak hanya aman dan andal, tapi juga ramah lingkungan bagi generasi mendatang,” ungkap perwakilan Bank Indonesia.
Pencapaian ini menjadi kebanggaan bersama dan bukti nyata komitmen Bank Indonesia dalam mendukung pembangunan berkelanjutan. Langkah ini juga diharapkan dapat menginspirasi lembaga lain untuk ikut mengelola sumber daya dengan bijak, menjadikan limbah sebagai sesuatu yang bernilai guna bagi lingkungan dan kehidupan.











