AMBON – Proses pendaftaran jabatan strategis Sekretaris Kota (Sekkot) Ambon terus berlangsung dan mulai memanas. Hingga memasuki hari ketiga, tercatat tiga nama pejabat tinggi di lingkungan Pemerintah Kota Ambon telah resmi mendaftarkan diri untuk mengikuti seleksi terbuka tersebut.
Dinamika seleksi ini semakin menarik perhatian publik, tidak hanya karena deretan kandidat yang melamar, tetapi juga terkait komposisi Panitia Seleksi (Pansel) yang kini menjadi sorotan tajam
Berdasarkan pantauan di lapangan, tiga nama yang telah resmi mendaftar adalah
1. Apries B. Gaspersz (Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Ambon) – Sebagai pendaftar pertama.
2. Steven Dominggus (Kepala Badan Kepegawaian Daerah / BKD Kota Ambon).
3. Roberd Sapulette (Penjabat/Pj Sekretaris Kota Ambon) – Yang saat ini sedang menjabat dan berpeluang untuk didudukkan secara definitif.
Potensi Konflik Kepentingan Jadi Perhatian
Di tengah berlangsungnya proses administrasi tersebut, muncul pertanyaan besar dari masyarakat dan kalangan birokrasi terkait struktur kepanitiaan.
Diketahui bahwa seluruh anggota Panitia Seleksi (Pansel) dikabarkan berasal dari internal BKD Kota Ambon. Hal ini dianggap mengundang potensi konflik kepentingan, mengingat salah satu kandidat terkuat, Steven Dominggus, adalah pemimpin tertinggi di instansi tersebut selaku Kepala BKD
Situasi ini memunculkan kekhawatiran di tengah publik mengenai objektivitas penilaian. Banyak pihak mempertanyakan independensi panitia dalam melakukan seleksi jika salah satu pesertanya adalah atasan langsung dari anggota pansel.
Wali Kota Tegaskan Harus Bersih dan Bebas Intervensi
Isu ini berkembang seiring dengan harapan masyarakat agar proses seleksi benar-benar berjalan transparan, akuntabel, dan profesional. Publik menuntut agar penilaian dilakukan murni berdasarkan kompetensi, kapabilitas, dan integritas, tanpa dipengaruhi oleh kedekatan struktural maupun kepentingan institusi.
Sementara itu, Wali Kota Ambon, Bodewin Wattimena, sebelumnya telah menegaskan komitmennya untuk menyelenggarakan seleksi yang bersih, jujur, dan bebas dari intervensi.
“Proses ini harus berjalan objektif demi mendapatkan pemimpin birokrasi yang terbaik untuk memajukan Kota Ambon,” demikian harapan yang disampaikan Wali Kota Ambon bodewin Warimena pada awak awak media.(/09/04/226)
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi mengenai perubahan komposisi pansel, namun tekanan publik semakin kuat agar tahapan seleksi nantinya benar-benar independen dan dapat dipertanggungjawabkan.











