Ambon – Guna memperkuat pemahaman keuangan dan menumbuhkan rasa cinta terhadap mata uang negara, Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Maluku kembali menggelar program unggulan CBP Rupiah Mangente Kampus. Kali ini, kegiatan edukasi diselenggarakan di Universitas Kristen Indonesia Maluku (UKIM), Rabu, 3 Juni 2026, dan disambut dengan antusiasme tinggi oleh ratusan mahasiswa yang hadir.
Mengusung semangat Cinta, Bangga, dan Paham (CBP) Rupiah, kegiatan ini menjadi sarana strategis bagi Bank Indonesia untuk mendekatkan generasi muda dengan pengetahuan mendalam mengenai peran, fungsi, dan makna Rupiah sebagai simbol kedaulatan bangsa. Tidak sekadar penyampaian materi, sesi ini dikemas secara interaktif agar mahasiswa lebih mudah memahami pentingnya menggunakan uang dengan bijak, cara mengenali keaslian uang, serta peran mata uang dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional.
Selain mendapatkan wawasan dasar mengenai keuangan dan peredaran uang, para mahasiswa juga berkesempatan berdiskusi langsung dengan narasumber dari BI seputar isu-isu ekonomi terkini yang relevan dengan kehidupan mereka sebagai pelajar dan agen perubahan. Interaksi ini menjadi wadah bagi generasi muda untuk menggali informasi dan menyalurkan rasa ingin tahu mereka mengenai dunia ekonomi.
Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Maluku, Dicky Afriyanto, menegaskan bahwa sasaran utama program ini adalah membentuk karakter generasi muda yang sadar akan nilai Rupiah. Menurutnya, mahasiswa memiliki peran strategis sebagai pelopor penyebar literasi keuangan di lingkungan masyarakat.
“Kami ingin menanamkan pemahaman bahwa Rupiah bukan hanya alat tukar, melainkan identitas negara. Melalui kegiatan ini, kami berharap mahasiswa tidak hanya mencintai dan bangga menggunakan Rupiah, tetapi juga memahami cara menjaganya dan mengedukasi orang lain di sekitar mereka. Mahasiswa adalah ujung tombak dalam menyebarkan pemahaman ini ke masyarakat luas,” ujar Dicky.
Kegiatan di kampus UKIM Rabu(03/06/2026) ditutup dengan sesi foto bersama dan pemberian apresiasi bagi peserta yang paling aktif berdiskusi. Bank Indonesia juga menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan program serupa di berbagai perguruan tinggi se-Maluku. Langkah ini diambil sebagai upaya berkelanjutan untuk memperkuat fondasi literasi keuangan masyarakat, dimulai dari kalangan akademisi, demi mendukung pertumbuhan ekonomi yang sehat dan berkelanjutan di wilayah Maluku.









