JAKARTA – Bank Indonesia merilis perkembangan neraca perdagangan Indonesia pada Mei 2026 yang mencatat defisit sebesar 1,61 miliar dolar AS.
Berdasarkan informasi yang disampaikan, tekanan utama terhadap kinerja perdagangan bulan ini berasal dari membesarnya defisit pada neraca perdagangan minyak dan gas bumi (migas). Sementara itu, neraca perdagangan nonmigas masih berhasil mencatat surplus, yang didukung oleh kinerja ekspor berbagai komoditas unggulan andalan Indonesia.
Rincian data serta analisis lengkap mengenai perkembangan ekspor dan impor masing-masing sektor dapat dilihat melalui unggahan resmi akun Instagram Bank Indonesia di tautan berikut: https://www.instagram.com/bank_indonesia/p/DaS6E_5Adn0/











