Wahai – Suara Manise
Memasuki Pekan Suci Paskah, Warga Binaan beragama Kristen di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Wahai menjalani Ibadah Minggu Palma dengan penuh khidmat di Gereja Ebenhaezer, Minggu (29/3). Kegiatan ini menjadi bagian penting dari program pembinaan kepribadian dalam meningkatkan spiritualitas Warga Binaan.
Kepala Lapas Wahai, Tersih Victor Noya, menyampaikan bahwa Ibadah Minggu Palma merupakan momentum bagi Warga Binaan untuk semakin mendekatkan diri kepada Tuhan serta memaknai perjalanan hidup dengan penuh harapan.
“Kami berkomitmen untuk terus memfasilitasi pembinaan rohani sebagai bagian dari proses pembentukan karakter yang lebih baik,” ungkapnya.
Senada dengan itu, Kepala Subseksi Pembinaan, Merpaty Susana Mouw, menegaskan bahwa pembinaan rohani memiliki peran strategis dalam membentuk sikap dan perilaku Warga Binaan.
“Melalui kegiatan keagamaan seperti ini, kami melihat adanya perubahan positif, baik dari segi sikap, kedisiplinan, maupun spiritualitas. Ini merupakan upaya kami dalam mempersiapkan mereka kembali ke masyarakat,” jelasnya.
Ibadah yang dipimpin oleh Pendeta Ny. T. Souissa tersebut mengangkat pembacaan Firman Tuhan dari Injil Markus 11:8-11 dan Yohanes 19:16-27. Dalam khotbahnya, Warga Binaan diajak untuk merenungkan makna kerendahan hati, pengorbanan, serta kasih yang sejati dalam kehidupan sehari-hari.
“Minggu Palma bukan sekadar perayaan seremonial, tetapi menjadi momentum untuk membuka hati dalam menyambut kehadiran Tuhan dengan iman dan pertobatan. Jadikan Pekan Suci sebagai waktu refleksi diri untuk memperbaiki sikap dan membangun kehidupan yang lebih baik ke depan,” imbaunya.
Dukungan terhadap kegiatan ini juga datang dari Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Maluku, Dwi Ricky Biantoro, yang mengapresiasi pelaksanaan pembinaan rohani di Lapas Wahai.
“Kegiatan ini mencerminkan komitmen jajaran Pemasyarakatan dalam memberikan pembinaan yang menyeluruh, tidak hanya secara fisik tetapi juga mental dan spiritual. Kami berharap Warga Binaan dapat mengambil nilai-nilai positif dari perayaan Minggu Palma sebagai bekal menjalani kehidupan yang lebih baik,” tuturnya.
Melalui Ibadah Minggu Palma ini, diharapkan seluruh Warga Binaan semakin memperkuat iman, memperbarui diri, serta menyambut Pekan Suci Paskah dengan hati yang penuh harapan dan damai, meski berada di balik tembok Lapas Wahai.











