Lapas Wahai Kembangkan Lahan Produktif, 200 Bibit Tomat Ditanam untuk Pembinaan Kemandirian

banner 468x60

Wahai, – Suara Manise

Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Wahai terus memperkuat program pembinaan kemandirian bagi Warga Binaan melalui sektor pertanian. Kali ini, Lapas Wahai memanfaatkan lahan pinjam pakai sebagai kebun produktif dengan menanam 200 bibit tomat di area luar tembok Lapas, Rabu (29/4).

Langkah ini menjadi bagian dari optimalisasi lahan sekaligus pengembangan Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) pertanian. Melalui kegiatan tersebut, Warga Binaan tidak hanya dilibatkan secara fisik, tetapi juga dibekali pengetahuan praktis mengenai budidaya hortikultura, mulai dari pengolahan lahan, penanaman, hingga perawatan tanaman.

Pelaksana Harian Kepala Lapas Wahai, La Joi, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan investasi jangka panjang bagi Warga Binaan.

“Penanaman 200 bibit tomat ini bukan sekadar aktivitas mengisi waktu, tetapi bagian dari pembinaan keterampilan. Kami ingin Warga Binaan memiliki keahlian yang dapat dimanfaatkan saat kembali ke masyarakat. Lapas harus menjadi ruang pembelajaran yang memberi dampak nyata bagi masa depan mereka,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Subseksi Pembinaan, Merpaty S. Mouw, menjelaskan bahwa pihaknya melakukan pendampingan intensif agar hasil tanam optimal.

“Kami melakukan pemantauan langsung mulai dari proses tanam hingga perawatan. Warga Binaan diajarkan teknik pemupukan yang tepat serta pengendalian hama. Harapannya, hasil panen tidak hanya mendukung kebutuhan pangan di dalam Lapas, tetapi juga memberi manfaat bagi masyarakat sekitar,” jelasnya.

Dukungan juga datang dari Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Maluku, Ricky Dwi Biantoro. Ia menilai pemanfaatan lahan produktif sebagai langkah strategis dalam mendorong kemandirian pangan di lingkungan pemasyarakatan.

“Pemanfaatan lahan produktif merupakan bagian dari transformasi pemasyarakatan. Apa yang dilakukan Lapas Wahai menunjukkan bahwa pembinaan berjalan aktif dan berkelanjutan. Program seperti ini harus terus didorong agar Warga Binaan memiliki bekal keterampilan yang kuat saat kembali ke masyarakat,” tegasnya.

Melalui program ini, Lapas Wahai kembali menunjukkan bahwa keterbatasan ruang bukan menjadi penghalang untuk tetap produktif. Penanaman bibit tomat tidak hanya diharapkan menghasilkan panen yang bermanfaat, tetapi juga menjadi sarana membangun kemandirian, disiplin, serta perubahan perilaku Warga Binaan secara berkelanjutan.

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *