Wahai, – Suara Manise
Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Wahai terus memperkuat komitmennya dalam menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif. Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah melalui razia gabungan sebagai upaya deteksi dini potensi gangguan keamanan dan ketertiban (kamtib), dengan melibatkan personel Komando Rayon Militer (Koramil) 1502-05 Wahai, Rabu (29/4).
Kegiatan yang berlangsung pada malam hari tersebut menyasar seluruh kamar hunian Warga Binaan. Petugas gabungan melakukan pemeriksaan secara menyeluruh, mulai dari penggeledahan badan hingga penyisiran setiap sudut ruangan guna memastikan tidak adanya barang terlarang, seperti telepon genggam, narkotika, maupun senjata tajam.
Pelaksana Harian Kepala Lapas Wahai, La Joi, menegaskan bahwa pelibatan unsur TNI merupakan bentuk nyata sinergi antar Aparat Penegak Hukum (APH) dalam menjaga stabilitas keamanan.
“Kami tidak ingin lengah. Sinergi dengan Koramil menjadi bagian dari strategi deteksi dini agar kondisi kamtib tetap terjaga. Kehadiran TNI juga memberikan dukungan moril bagi petugas dalam menjalankan tugas pengamanan,” ujarnya.
Sementara itu, perwakilan Koramil Wahai, Sersan Dua Rustandi, menyatakan kesiapan pihaknya untuk terus mendukung upaya pengamanan di Lapas. Ia menekankan pentingnya koordinasi lintas instansi dalam mengantisipasi potensi gangguan.
“Kami siap mendukung penuh setiap langkah Lapas Wahai. Sinergi ini bukan sekadar formalitas, tetapi bentuk nyata dalam memastikan tidak ada celah bagi gangguan keamanan sekecil apa pun,” tegasnya.
Razia berlangsung secara humanis namun tetap tegas, dengan mengedepankan etika serta penghormatan terhadap hak-hak Warga Binaan. Dari hasil penyisiran, petugas menemukan sejumlah barang yang tidak semestinya berada di dalam blok hunian, di antaranya tiga korek api, satu pak kartu poker, satu pak kartu domino, satu tisu medis, satu kunci, satu card reader, satu cincin, dua jarum, serta satu headset rusak.
Seluruh barang temuan tersebut didata dan akan dimusnahkan sebagai bentuk transparansi sekaligus komitmen Lapas Wahai dalam mewujudkan lingkungan yang bersih dari barang terlarang.
Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Maluku, Ricky Dwi Biantoro, turut memberikan apresiasi atas langkah kolaboratif tersebut. Ia menegaskan bahwa sinergi lintas instansi menjadi kunci utama dalam menjaga keamanan lembaga pemasyarakatan.
“Sekecil apa pun barang terlarang yang ditemukan merupakan potensi gangguan. Saya instruksikan seluruh jajaran untuk konsisten melakukan pengawasan dan tidak memberi ruang bagi hal-hal yang dapat memicu ketidakkondusifan,” tegasnya.
Melalui razia gabungan ini, diharapkan stabilitas keamanan di Lapas Wahai tetap terjaga, sehingga seluruh program pembinaan bagi Warga Binaan dapat berjalan optimal tanpa gangguan, baik dari dalam maupun luar.











