Iduladha di Lapas Wahai, Warga Binaan Diajak Maknai Keikhlasan dan Semangat Berubah

banner 468x60

Wahai,–Suara Manise

Suasana khidmat menyelimuti pelataran blok hunian Lembaga Pemasyarakatan Kelas III Wahai saat pelaksanaan Sholat Iduladha 1447 Hijriah, Rabu (27/5). Seluruh Warga Binaan beragama Islam bersama petugas tampak mengikuti ibadah dengan penuh kekhusyukan sebagai bagian dari pembinaan spiritual di lingkungan lapas.

Pelaksanaan sholat dipimpin tokoh agama setempat yang juga bertindak sebagai imam dan khatib. Nuansa kekeluargaan terasa selama rangkaian ibadah berlangsung tertib dan penuh kebersamaan.

Ketua Majelis Taklim At-Taubah, La Joi, mengatakan perayaan Iduladha di Lapas Wahai bukan sekadar agenda seremonial keagamaan, tetapi menjadi sarana pembinaan mental dan spiritual bagi Warga Binaan. Menurutnya, nilai pengorbanan, keikhlasan, dan kepedulian sosial yang terkandung dalam Iduladha menjadi pelajaran penting selama menjalani masa pembinaan.

“Melalui momentum Iduladha ini, kami berharap seluruh warga binaan dapat mengambil hikmah tentang pentingnya kesabaran, keikhlasan, serta semangat untuk berubah menjadi pribadi yang lebih baik. Kebersamaan dalam pelaksanaan ibadah dan kurban ini juga menjadi bentuk penguatan nilai kekeluargaan di lingkungan Lapas Wahai,” ujarnya.

Usai pelaksanaan Sholat Ied, Lapas Wahai melaksanakan penyembelihan satu ekor kambing kurban. Kegiatan tersebut menjadi simbol kepedulian dan semangat berbagi di lingkungan pemasyarakatan.

Dalam khutbahnya, Ustadz Hasim Rumaday mengangkat tema “Belajar Ikhlas dari Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail.” Ia mengajak jamaah menjadikan kisah keteladanan kedua nabi tersebut sebagai inspirasi dalam menghadapi ujian kehidupan.

“Di masa pembinaan ini, mari kita belajar dari keteladanan Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail tentang arti keikhlasan dan ketaatan kepada Allah SWT. Setiap proses kehidupan yang dijalani hendaknya menjadi jalan untuk memperbaiki diri, memperkuat iman, serta menumbuhkan harapan menjadi pribadi yang lebih baik di masa mendatang,” pesannya.

Sementara itu, Kepala Lapas Wahai, Tersih Victor Noya, mengajak seluruh Warga Binaan menjadikan Iduladha sebagai momentum menyucikan diri, mempererat persaudaraan, dan meningkatkan kepedulian terhadap sesama.

Ia juga menekankan pentingnya menjaga toleransi, kebersamaan, dan saling menghormati antar Warga Binaan maupun petugas demi terciptanya suasana harmonis selama proses pembinaan berlangsung.

“Jadikan momentum Iduladha ini sebagai ajang mempererat persaudaraan, saling mendukung satu sama lain, serta membangun semangat kebersamaan dalam menjalani masa pembinaan di dalam Lapas,” pungkasnya.

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *