Bunda paud kota ambon’Tekankan PAUD Sebagai Fondasi Utama Perkembangan Anak, Lepas 73 Peserta Didik di Nusaniwe

banner 468x60

Nusaniwe – Bunda PAUD Kota Ambon, Lisa Wattimena, menegaskan bahwa pendidikan anak usia dini (PAUD) merupakan fondasi paling penting dalam membentuk karakter, kecerdasan, dan masa depan generasi muda. Pernyataan itu disampaikannya saat menghadiri acara Penamatan dan Pelepasan peserta didik Community PAUD Kecamatan Nusaniwe Tahun Ajaran 2025/2026 yang berlangsung di Negeri Silale, Jumat (5/6/2026).

Dalam sambutannya, Lisa mengajak seluruh orang tua dan masyarakat untuk lebih peduli dan memahami betapa krusialnya periode usia 0 hingga 6 tahun, yang dikenal sebagai masa emas atau golden age. Menurutnya, sekitar 80 persen perkembangan otak anak terbentuk pada rentang usia tersebut, sehingga butuh pengisian yang tepat melalui pendidikan berkualitas, pola asuh yang baik, serta lingkungan yang mendukung pertumbuhan mereka secara optimal.

“Di masa emas ini, apa yang diberikan akan membekas seumur hidup. Oleh karena itu, kita harus memastikan anak-anak mendapatkan stimulasi yang positif, bukan hanya pengetahuan, tetapi juga nilai-nilai luhur yang akan menjadi pegangan mereka kelak,” ujar Lisa.

Ia juga menyoroti makna sebenarnya dari pelepasan peserta didik PAUD. Bagi Lisa, momen ini bukan sekadar berakhirnya masa belajar di jenjang awal, melainkan langkah awal menuju pendidikan dasar yang harus dijalani dengan suasana yang menyenangkan. Ia menilai tema yang diangkat dalam acara ini, yaitu “Transisi PAUD ke SD yang Menyenangkan”, sangat relevan dengan kebutuhan perkembangan anak.

Lisa mengingatkan agar orang tua tidak terburu-buru menuntut anak segera mahir membaca, menulis, atau berhitung secara sempurna. Menurutnya, hal yang jauh lebih utama adalah menumbuhkan kecintaan untuk belajar, kemandirian, keberanian, kemampuan bersosialisasi, serta pembentukan akhlak dan karakter yang baik.

“Tekanan yang berlebihan justru bisa membuat anak takut untuk bersekolah. Yang kita butuhkan adalah kolaborasi erat antara guru dan orang tua agar masa transisi ini berjalan lancar dan menyenangkan bagi anak-anak,” tegasnya.

Pada kesempatan tersebut, Lisa juga mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk mendukung penuh program Wajib Belajar 13 Tahun yang digalakkan pemerintah. Program ini bertujuan menjamin akses pendidikan yang merata dan lengkap, mulai dari jenjang PAUD, Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), hingga Sekolah Menengah Atas (SMA).

“Ini adalah investasi jangka panjang. Dengan pendidikan yang utuh, kita mencetak generasi yang cerdas, kreatif, dan berakhlak mulia yang siap membangun daerah dan bangsa,” tambahnya.

Meski kesadaran mulai tumbuh, Lisa menyebutkan bahwa tingkat partisipasi pendidikan anak usia dini di Kota Ambon masih tergolong rendah. Oleh sebab itu, ia mengimbau seluruh elemen masyarakat untuk turut serta menyebarkan informasi dan mengedukasi lingkungan sekitar mengenai pentingnya memasukkan anak ke lembaga PAUD.

“Saya berharap tidak hanya di Negeri Silale, tetapi seluruh anak usia dini di Kecamatan Nusaniwe dan seluruh wilayah Kota Ambon bisa mendapatkan kesempatan mengenyam pendidikan di PAUD. Peran serta masyarakat sangat dibutuhkan untuk mengubah pola pikir bahwa PAUD itu penting,” ungkapnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa lembaga PAUD memiliki peran strategis sebagai tempat pembentukan dasar. Di sana, anak dilatih kemandiriannya, dibentuk karakternya, diajarkan cara berinteraksi dengan orang lain, serta dipersiapkan secara mental dan emosional sebelum melangkah ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Para pengajar di PAUD pun telah memiliki kompetensi khusus untuk memantau dan mendampingi tumbuh kembang setiap anak.

Sebanyak 73 orang peserta didik yang dilepas dalam acara ini berasal dari delapan Kelompok Bermain (KB) yang tergabung dalam Community PAUD Kecamatan Nusaniwe, yaitu KB Velove Vexia, KB Anggrek Pelangi, KB Sinar Pagi, KB Diaferat, KB Melissa, KB Syalom, KB Xavier, dan KB Sofela.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Bidang PAUD dan PNF Kota Ambon, Ketua HIMPAUDI Kota Ambon Pdt. Ines Sekewael, Sekretaris Negeri Silale, para kepala sekolah dari delapan lembaga PAUD, orang tua peserta didik, serta sejumlah undangan lainnya.

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *