AMBON – Program Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) Plus Universitas Pattimura (Unpatti) kembali menggelar kegiatan praktek lapangan yang melibatkan peserta istimewa dari Yale University, Amerika Serikat. Kegiatan ini membawa para peserta berkunjung ke dua negeri adat di wilayah Ambon, yaitu Negeri Soya dan Negeri Rutong, sebagai wujud pembelajaran bahasa sekaligus pemahaman mendalam tentang budaya asli Maluku.
Kegiatan praktek lapangan ini menjadi bagian penting dari kurikulum BIPA Plus Unpatti yang tidak hanya menekankan kemampuan berbahasa Indonesia secara teori, tetapi juga memperkenalkan konteks sosial, budaya, dan kearifan lokal masyarakat Maluku secara langsung.
Selama berada di Negeri Soya dan Negeri Rutong, para peserta berinteraksi dengan para pemangku adat, tokoh masyarakat, serta warga setempat. Mereka berkesempatan menyaksikan tata cara kehidupan adat, sistem pemerintahan negeri adat, seni budaya, hingga tradisi gotong royong yang masih dijaga kuat di kedua negeri tersebut. Interaksi ini juga menjadi sarana utama bagi peserta untuk melatih kemampuan berbahasa Indonesia dalam percakapan sehari‑hari, bukan hanya bahasa baku yang dipelajari di ruang kelas.
Koordinator Program BIPA Plus Universitas Pattimura menyampaikan bahwa kunjungan ke negeri‑negeri adat dipilih agar peserta asing dapat memahami keragaman budaya yang menjadi kekayaan Indonesia, khususnya Maluku. “Kerjasama dengan universitas ternama seperti Yale University membuka ruang pertukaran pengetahuan. Di sini mereka belajar bahasa, namun yang lebih berharga adalah mereka memahami jiwa budaya Maluku,” ujarnya.
Salah satu peserta dari Yale University mengaku terkesan dengan keramahan warga dan keunikan sistem sosial adat di kedua negeri tersebut. “Belajar bahasa di tempat asalnya membuat kami lebih mudah mengingat dan mengerti makna di balik setiap kata dan ungkapan,” katanya.
Kegiatan ini juga menjadi upaya memperkenalkan potensi wisata budaya di Maluku kepada dunia internasional. Melalui kunjungan semacam ini, Universitas Pattimura terus berperan menjembatani pertukaran budaya antara Indonesia dan negara lain, serta memperkuat citra Maluku sebagai daerah yang kaya akan warisan budaya yang hidup dan terjaga.
Praktek lapangan di Negeri Soya dan Negeri Rutong merupakan rangkaian kegiatan lanjutan dalam program BIPA Plus tahun ini, yang direncanakan akan dilanjutkan dengan kunjungan ke lokasi budaya dan sejarah lainnya di wilayah Maluku.










