jakarta 23 Juni 2026 – Sebagai dua kekuatan ekonomi utama di kawasan Asia, Indonesia dan Tiongkok terus memperdalam hubungan di bidang moneter dan keuangan. Salah satu langkah strategis yang ditempuh adalah mendorong penggunaan mata uang lokal atau Local Currency Transaction (LCT) dalam setiap transaksi perdagangan dan keuangan antar kedua negara.
Komitmen ini dipertegas dalam Pertemuan Tingkat Tinggi yang berlangsung pada 11 Juni 2026 di Shanghai. Dalam pertemuan tersebut, Bank Indonesia dan Bank Rakyat Tiongkok sepakat untuk memperkuat kerja sama guna meluaskan pemanfaatan mata uang masing-masing, sekaligus meningkatkan ketahanan ekonomi kedua belah pihak.
Penerapan skema LCT ini membawa sejumlah manfaat penting. Bagi perekonomian kedua negara, keuntungan utamanya antara lain:
Mengurangi ketergantungan pada mata uang pihak ketiga, sehingga risiko gejolak nilai tukar dapat ditekan
Memperlancar arus transaksi perdagangan dan investasi, membuat proses pembayaran menjadi lebih cepat dan efisien
Menstabilkan nilai tukar serta mendukung pertumbuhan ekonomi yang lebih berkelanjutan
Memperkuat posisi keuangan dan ketahanan sistem moneter masing-masing negara
Bank Indonesia menyampaikan bahwa kerja sama ini menjadi langkah konkret untuk membangun hubungan ekonomi yang lebih kokoh dan saling menguntungkan. Masyarakat dan pelaku usaha dapat menyimak rincian lengkap mengenai manfaat dan mekanisme kebijakan ini melalui unggahan resmi di akun Instagram @bank_indonesia.











