Perling Lapas Wahai Jadi Garda Depan Jaga Kesehatan Warga Binaan Pasca-Lebaran

banner 468x60

Wahai, — Suara Manise

Pasca perayaan Idulfitri, perhatian terhadap kondisi kesehatan Warga Binaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Wahai semakin ditingkatkan. Perubahan pola makan yang terjadi setelah sebulan berpuasa mendorong tim medis setempat untuk mengambil langkah cepat melalui program Perawatan Keliling (Perling), Selasa (31/3).

Program ini menjadi bentuk layanan jemput bola yang langsung menyasar kamar-kamar hunian, guna memastikan kondisi kesehatan seluruh Warga Binaan tetap terpantau. Langkah ini diambil setelah adanya indikasi peningkatan keluhan kesehatan ringan di dalam blok.

Hasil pemeriksaan menunjukkan sebagian Warga Binaan mengalami kenaikan tekanan darah dan kadar gula darah. Kondisi ini diduga berkaitan dengan konsumsi makanan khas Lebaran yang cenderung tinggi santan, garam, dan gula, sehingga memengaruhi kondisi tubuh setelah masa puasa.

Tenaga medis Lapas Wahai, Dahyu Keliobas, menjelaskan bahwa kegiatan Perling difokuskan pada deteksi dini penyakit seperti hipertensi dan diabetes melitus, sekaligus memberikan edukasi kepada Warga Binaan terkait pentingnya menjaga pola makan.

“Setelah Ramadan, tubuh kembali beradaptasi. Namun, konsumsi makanan berlemak dan manis secara berlebihan bisa berdampak pada kesehatan. Melalui Perling, kami tidak hanya memeriksa, tetapi juga langsung memberikan penanganan dan edukasi,” jelasnya.

Pendekatan ini terbukti membantu Warga Binaan yang sebelumnya enggan memeriksakan diri ke klinik. Salah satunya HR, yang mengaku baru mengetahui kondisi kesehatannya setelah didatangi langsung oleh tim medis.

“Saya kira hanya kelelahan biasa, ternyata setelah dicek tensi dan gula darah naik. Syukur ada petugas yang datang ke kamar, jadi langsung ditangani,” ungkapnya.

Kepala Lapas Wahai, Tersih Victor Noya, menegaskan bahwa program Perling merupakan bentuk komitmen dalam memastikan hak kesehatan Warga Binaan terpenuhi secara menyeluruh dan berkelanjutan.

“Kami ingin memastikan semua dalam kondisi sehat, terutama setelah Lebaran. Dengan Perling, kami bisa mendeteksi lebih awal dan langsung memberikan penanganan tanpa harus menunggu kondisi memburuk,” tegasnya.

Kegiatan ini pun mendapat respons positif dari Warga Binaan. Selain memberikan pelayanan kesehatan, Perling juga menjadi sarana edukasi yang efektif dalam meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan, khususnya dalam mengatur pola makan pasca-Lebaran.

Melalui langkah proaktif ini, Lapas Wahai terus berupaya menghadirkan pelayanan yang optimal sekaligus memastikan kesehatan Warga Binaan tetap terjaga sebagai bagian dari pemenuhan hak dasar mereka.

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *