Maluku – Ketua Umum Front Pemuda Muslim Maluku (FPMM), Umar Kei, mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga ketenangan dan kedamaian usai terjadinya insiden penikaman yang menewaskan Agrapinus Rumatora alias Nus Kei di Bandara Karel Sadsuitubun, Kecamatan Kei Kecil, Minggu (19/4/2026).
Dalam situasi yang penuh duka dan emosi, Umar Kei menggaungkan pesan “Fangnanan” atau damai, sebagai upaya meredam gejolak dan mencegah terjadinya konflik yang lebih luas.
“Kami meminta kepada seluruh warga, khususnya masyarakat Kei, untuk dapat menahan diri dan tidak mudah terpancing emosi. Biarkan proses hukum yang berjalan memutuskan perkara ini,” ujar Umar Kei kepada media, Senin (20/4/2026).
Ia juga mengingatkan kembali nilai-nilai luhur budaya setempat yang berbunyi “Laar I kanimun in li tal wear” yang artinya darah lebih kental daripada air. Pesan ini diharapkan dapat menjadi pengingat bahwa persaudaraan harus tetap diutamakan di atas segalanya
Umar Kei menegaskan bahwa kekerasan bukanlah solusi yang tepat. Persatuan dan kerukunan yang selama ini terbangun harus tetap dijaga dan dirawat bersama-sama.
“Fangnanan adalah kunci. Mari kita selesaikan permasalahan ini dengan kepala dingin dan melalui jalur hukum yang berlaku, jangan sampai insiden ini memecah belah kita,” tegasnya.
Sementara itu, pihak kepolisian telah berhasil mengamankan dua orang terduga pelaku berinisial HR dan FU. Berdasarkan keterangan awal, motif penikaman diduga kuat dilatarbelakangi oleh masalah dendam pribadi yang berhubungan dengan kasus kematian kerabat pelaku di Bekasi sebelumnya.
Pihak berwenang juga memastikan akan memproses kasus ini secara transparan dan profesional demi memberikan rasa keadilan bagi keluarga korban maupun seluruh masyarakat.











