Ambon, — Suara Manise
Dalam semangat menjaga dan merawat warisan budaya Maluku, Hotel Santika Premiere Ambon turut mendukung pelaksanaan Tradisi Adat Pukul Sapu Lidi di Negeri Mamala, Maluku Tengah, pada Sabtu (28/3). Dukungan tersebut diwujudkan melalui pemberian 100 snack box sebagai bagian dari program Corporate Social Responsibility (CSR), sekaligus menjadi simbol kepedulian terhadap pelestarian budaya lokal yang telah diwariskan secara turun-temurun.
Tradisi Pukul Sapu Lidi, yang dikenal juga sebagai ukuwala mahiate, merupakan ritual adat masyarakat Negeri Mamala yang memiliki akar sejarah kuat dan dilaksanakan setiap tanggal 7 Syawal, usai Hari Raya Idul Fitri. Tradisi ini tidak hanya menjadi atraksi budaya, tetapi juga sarat akan nilai keberanian, persaudaraan, pengorbanan, serta kebersamaan yang menjadi identitas masyarakat Maluku.
Dalam berbagai sumber sejarah, tradisi ini berkaitan dengan kisah pembangunan masjid di Negeri Mamala. Dikisahkan, penggunaan minyak khusus yang dikenal sebagai Minyak Mamala—yang dipercaya berasal dari petunjuk Imam Tuni pada abad ke-17—digunakan untuk menyambung kayu dalam pembangunan masjid sekaligus menjadi bagian penting dalam proses penyembuhan luka saat tradisi berlangsung.
Rangkaian kegiatan adat tahun ini berlangsung semarak dan penuh makna. Selain atraksi utama Pukul Sapu Lidi, acara juga diwarnai dengan pertunjukan tarian adat, drama musikal yang mengangkat sejarah Negeri Mamala, serta penampilan musik yang semakin menghangatkan suasana kebersamaan. Kehadiran unsur seni ini menunjukkan bahwa tradisi tidak hanya dijaga, tetapi juga terus dihidupkan dan diperkenalkan kepada generasi muda dengan pendekatan yang lebih kreatif.
Dalam sambutannya, Hendrik Lewerissa menegaskan bahwa tradisi Pukul Sapu Lidi memiliki makna mendalam, bukan sekadar tontonan budaya, melainkan sebagai sarana mempererat ikatan sosial dan memperkenalkan kekayaan budaya Maluku ke tingkat yang lebih luas.
“Momen kultural seperti ini menjadi daya tarik tersendiri untuk mempromosikan budaya Maluku sekaligus memiliki makna yang mendalam dalam mempererat ikatan persaudaraan,” ujarnya.
Pihak Hotel Santika Premiere Ambon menyampaikan bahwa partisipasi dalam kegiatan ini merupakan wujud komitmen perusahaan yang tidak hanya berfokus pada layanan hospitality, tetapi juga berperan aktif dalam mendukung masyarakat lokal melalui program CSR yang berkelanjutan. Keterlibatan ini sejalan dengan semangat perusahaan untuk hadir, tumbuh, dan memberikan manfaat nyata bagi komunitas di sekitarnya.
Di tengah perkembangan zaman, pelestarian budaya diharapkan tidak berhenti pada kegiatan seremonial semata, melainkan menjadi bagian dari gerakan bersama yang terus dijaga, dikembangkan, dan diwariskan kepada generasi mendatang sebagai identitas dan kebanggaan daerah.











