Wahai, – Suara Manise Menjelang peringatan Hari Bakti Pemasyarakatan (HBP) ke-62, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Wahai memperkuat sinergi lintas instansi dalam menjaga keamanan dan ketertiban melalui razia blok hunian, Senin (6/4). Kegiatan ini melibatkan jajaran Polsek Wahai dan Koramil 1502-05 Wahai.
Razia tersebut tidak sekadar menjadi agenda rutin, tetapi juga merupakan bagian dari dukungan terhadap Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, dengan fokus pada deteksi dini terhadap potensi peredaran barang terlarang di dalam Lapas.
Kepala Lapas Wahai, Tersih Victor Noya, menegaskan pentingnya kolaborasi antara petugas Lapas, TNI, dan Polri dalam menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang aman dan kondusif.
“Razia gabungan ini merupakan bentuk komitmen kami untuk memastikan Lapas Wahai tetap bersih dari narkoba dan barang terlarang lainnya, sekaligus menjadi bagian dari peringatan HBP ke-62,” ujarnya.
Dukungan juga datang dari pihak Kepolisian Sektor Wahai. Muhammad Reza Sabban menyampaikan bahwa keterlibatan Polsek merupakan bagian dari tugas pengamanan wilayah sekaligus bentuk dukungan terhadap institusi pemasyarakatan.
“Kami mendukung langkah tegas Lapas Wahai. Sinergi ini penting untuk memastikan tidak ada celah bagi tindak kriminalitas, khususnya peredaran narkoba dari dalam Lapas,” tegasnya.
Hal senada disampaikan perwakilan Koramil Wahai, Hamim Baadia, yang menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menjaga stabilitas keamanan.
“Kehadiran kami untuk memastikan razia berjalan humanis namun tetap tegas. Ini merupakan langkah deteksi dini yang efektif dalam mencegah gangguan keamanan dan ketertiban,” ujarnya.
Dari hasil penggeledahan, petugas tidak menemukan narkotika maupun alat komunikasi ilegal. Namun, sejumlah barang yang berpotensi menimbulkan gangguan keamanan berhasil diamankan, antara lain dua sendok besi, satu gembok kecil, satu pena, satu kawat, satu piring, satu rokok elektrik, serta dua kipas mini. Seluruh barang sitaan telah didata dan akan dimusnahkan sesuai prosedur.
Kegiatan ini juga mendapat apresiasi dari Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Maluku, Ricky Dwi Biantoro. Ia menilai razia gabungan tersebut sebagai bentuk nyata sinergi antarinstansi dalam menjaga keamanan.
“Saya mengapresiasi sinergi yang dibangun Lapas Wahai bersama TNI dan Polri. Meski barang yang ditemukan terkesan sederhana, razia ini merupakan langkah preventif yang penting untuk mencegah gangguan keamanan yang lebih besar,” ungkapnya.
Ia juga menekankan agar upaya deteksi dini tidak hanya dilakukan pada momentum tertentu, tetapi menjadi budaya kerja yang berkelanjutan.
“Semangat ini harus menjadi budaya kerja yang konsisten. Saya menginstruksikan seluruh jajaran untuk terus menjaga integritas dan memperkuat koordinasi dengan aparat penegak hukum,” tambahnya.
Razia gabungan ini menjadi bukti komitmen Lapas Wahai dalam menjaga stabilitas keamanan sekaligus menyukseskan rangkaian peringatan HBP ke-62.











