Ambon – Suara Manise
Beragam produk hasil karya warga binaan Lapak Kamli Lapas Namlea turut meramaikan kegiatan pameran UMKM yang digelar di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Ambon. Produk yang ditampilkan mencerminkan kreativitas sekaligus hasil pembinaan kemandirian yang terus dikembangkan.
Kepala Lapas Namlea, Muhammad M. Marasabessy, menjelaskan bahwa sejumlah produk unggulan yang diikutsertakan antara lain minyak kayu putih serta minyak kelapa murni atau Virgin Coconut Oil (VCO). Menariknya, kedua bahan tersebut juga diolah menjadi produk turunan dengan cara mencampurkan minyak kayu putih dan VCO.
“Variannya tetap turunan dari minyak kayu putih, tetapi dikombinasikan dengan minyak kelapa. Khasiatnya pun beragam dan cukup diminati masyarakat,” ujarnya saat diwawancarai di Ambon, Jumat (10/04/2024).
Selain produk minyak herbal, warga binaan juga menghasilkan berbagai kerajinan tangan berbahan dasar limbah plastik. Melalui proses rajut, limbah tersebut disulap menjadi produk bernilai ekonomis seperti tas, dompet, hingga songkok atau peci.
Tas yang dihasilkan pun memiliki beragam fungsi, mulai dari tas laptop, tas penyimpanan ponsel, hingga tas belanja untuk kebutuhan sehari-hari. Produk-produk ini juga dapat dibuat sesuai permintaan konsumen,ujarnya
“Mereka sangat kreatif. Selama ada contoh atau gambar, warga binaan mampu membuatnya sesuai permintaan,” tambahnya.
Tak hanya itu, warga binaan juga mengembangkan kerajinan berbahan besi seperti vas bunga berukuran besar yang dibuat dari besi ulir. Produk tersebut rencananya akan disumbangkan kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Buru sebagai bentuk apresiasi atas dukungan terhadap program pembinaan di Lapas Namlea.
Menurut Marasabessy, hasil karya tersebut menjadi bukti nyata bahwa program pembinaan di dalam lapas mampu menghasilkan produk berkualitas sekaligus membuka peluang ekonomi bagi warga binaan setelah bebas nantinya.











