Lapas Wahai Gelar Monev dan Sidak Wartelsuspas Pasca Libur Lebaran

banner 468x60

Wahai – Suara Manise

Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Wahai melaksanakan monitoring dan evaluasi (monev) serta inspeksi mendadak (sidak) pada layanan Warung Telekomunikasi Khusus Pemasyarakatan (Wartelsuspas), Kamis (2/4). Kegiatan ini dilakukan guna memastikan stabilitas keamanan dan kualitas layanan publik tetap terjaga pasca lonjakan penggunaan selama libur panjang Idulfitri 1447 Hijriah.

Selain itu, langkah ini juga menjadi upaya antisipasi terhadap potensi penyalahgunaan sarana komunikasi oleh Warga Binaan setelah momentum Lebaran.

Dalam pelaksanaannya, petugas melakukan pemeriksaan menyeluruh, mulai dari kondisi fisik perangkat telepon, pengecekan instalasi kabel guna mencegah sambungan ilegal, hingga peninjauan buku register pemanggilan. Hal ini bertujuan memastikan seluruh aktivitas komunikasi Warga Binaan tetap terpantau dan berjalan sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) yang berlaku.

Kepala Lapas Wahai, Tersih Victor Noya, menegaskan pentingnya pengawasan ketat terhadap fasilitas komunikasi di dalam Lapas.

“Wartelsuspas merupakan satu-satunya sarana komunikasi legal bagi Warga Binaan untuk berhubungan dengan keluarga, terutama saat momen Lebaran. Setelah terjadi lonjakan penggunaan, kami wajib memastikan tidak ada penyimpangan fungsi serta seluruh perangkat dalam kondisi prima,” ujarnya.

Lebih lanjut, kegiatan ini juga merupakan bagian dari komitmen Lapas Wahai dalam mewujudkan lingkungan pemasyarakatan yang bebas dari handphone ilegal, pungutan liar, dan peredaran narkoba. Dengan optimalisasi pengawasan Wartelsuspas, diharapkan tidak ada celah bagi Warga Binaan untuk memasukkan alat komunikasi ilegal ke dalam blok hunian.

Dari hasil pemeriksaan, seluruh fasilitas Wartelsuspas dinyatakan dalam kondisi baik dan berfungsi normal. Tidak ditemukan adanya pelanggaran maupun perangkat mencurigakan selama proses sidak berlangsung.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Maluku, Ricky Dwi Biantoro, memberikan apresiasi atas langkah cepat yang dilakukan jajaran Lapas Wahai.

“Kami sangat mendukung langkah proaktif ini sebagai bentuk deteksi dini dalam menjaga kondusivitas serta memastikan layanan publik di Lapas berjalan sesuai aturan dan bebas dari potensi penyalahgunaan,” tegasnya.

Kegiatan berlangsung dengan aman dan kondusif, serta ditutup dengan pengarahan kepada petugas operator agar terus meningkatkan ketelitian dalam mengawasi penggunaan layanan komunikasi oleh Warga Binaan.

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *