Melky Lohy: Wedding Exhibition Jadi Motor Penggerak Ekonomi Kreatif di Maluku

banner 468x60

Ambon, — Suara Manise

Kegiatan wedding exhibition yang digelar di Swiss-Belhotel Ambon tidak sekadar menjadi ajang promosi pernikahan, tetapi juga dinilai sebagai ruang strategis dalam menggerakkan ekonomi lokal dan memperkuat ekosistem pariwisata di Maluku.

Hal ini disampaikan Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Maluku, Melky Lohy, saat membuka kegiatan tersebut, Rabu (08/04/2026).

Menurutnya, event seperti wedding exhibition memiliki efek berantai yang besar bagi pertumbuhan ekonomi, terutama dalam membuka peluang bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta vendor lokal untuk berkembang.

“Wedding exhibition ini bukan hanya soal pernikahan, tetapi juga tentang bagaimana kita menggerakkan ekonomi masyarakat melalui keterlibatan berbagai sektor usaha,” ujarnya.

Ia menjelaskan, industri pernikahan melibatkan banyak subsektor, mulai dari jasa dekorasi, tata rias, fotografi, hingga perhotelan. Keterlibatan berbagai pihak ini menjadi bukti bahwa pariwisata tidak berdiri sendiri, melainkan terhubung dengan banyak sektor lainnya.

Melky Lohy menekankan pentingnya kolaborasi dalam membangun pariwisata yang berkelanjutan. Ia mengingatkan bahwa pendekatan sektoral yang berjalan sendiri-sendiri sudah tidak relevan, dan perlu digantikan dengan kerja sama lintas sektor yang saling mendukung.

“Tidak boleh ada ego sektoral. Semua pihak harus saling terhubung agar dampaknya bisa dirasakan secara luas oleh masyarakat,” tegasnya.

Selain itu, ia juga menyoroti pentingnya menjaga keseimbangan antara pengembangan industri pariwisata dengan pelestarian budaya lokal. Menurutnya, kekuatan utama Maluku justru terletak pada identitas dan kearifan lokal yang dimiliki.

“Kita harus memastikan bahwa setiap pengembangan pariwisata tetap berakar pada budaya Maluku. Itu yang menjadi daya tarik utama kita,” katanya.

Lebih lanjut, ia mencontohkan pengembangan destinasi wisata selam di kawasan Latuhalat yang tidak hanya menarik minat investasi, tetapi juga mampu memberdayakan tenaga kerja lokal tanpa bergantung pada tenaga asing.

Menutup pernyataannya, Melky Lohy mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama mendukung pembangunan pariwisata dengan semangat kebersamaan.

“Pariwisata akan kuat jika dibangun bersama. Siapa pun yang ada di Maluku, mari berkontribusi untuk kemajuan daerah ini,” tutupnya.

Kegiatan ini diharapkan menjadi salah satu penggerak utama dalam membangun ekosistem pariwisata yang inklusif, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan di Maluku.

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *