OJK Ajak Perempuan Teladani Kartini, Perkuat Integritas dan Budaya Anti-Fraud

banner 468x60

REMBANG – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus memperkuat budaya kerja berintegritas dengan mengajak seluruh pemangku kepentingan meneladani semangat R.A. Kartini. Melalui kegiatan Inspiring Talkshow bertema “Kartini Menginspirasi: Berjiwa Independen, Teguh Berintegritas” di Pendopo Museum R.A. Kartini, Rembang, Senin, OJK menekankan pentingnya nilai moral, etika, dan akuntabilitas.

Ketua Dewan Audit merangkap Anggota Dewan Komisioner OJK, Sophia Wattimena, menyatakan bahwa peran perempuan sangat strategis dalam penguatan tata kelola, baik di sektor publik maupun jasa keuangan. Namun, tantangan seperti kesetaraan gender dan kekerasan berbasis gender masih menjadi pekerjaan rumah yang serius.

“Dalam birokrasi, sekitar 57 persen ASN adalah perempuan. Namun sepanjang 2025 tercatat lebih dari 1.000 kasus kekerasan berbasis gender, 80 persennya dialami perempuan,” ujar Sophia.

Ia menambahkan, perempuan memiliki peran fundamental sebagai pendidik pertama di keluarga dan pengelola ekonomi rumah tangga. Oleh karena itu, penanaman nilai integritas harus dimulai sejak dini dan dari lingkungan keluarga. Hal ini juga sejalan dengan dukungan terhadap program Asta Cita pemerintah terkait penguatan SDM, kesetaraan gender, serta pemberantasan korupsi.

Integritas Fondasi Kepercayaan Publik

Sementara itu, Menteri PAN-RB Rini Widyantini yang hadir secara daring menegaskan bahwa integritas merupakan fondasi utama kepercayaan publik terhadap institusi negara.

“Tanpa integritas, kebijakan yang baik bisa kehilangan legitimasi. Tanpa kepercayaan publik, institusi sulit bekerja efektif,” tegasnya.

Untuk mendukung hal tersebut, Kementerian PAN-RB telah menerbitkan PermenPANRB Nomor 17 Tahun 2024 tentang Pengelolaan Konflik Kepentingan, guna memastikan pengambilan keputusan tetap berpihak pada kepentingan masyarakat.

Hal senada disampaikan Deputi Bidang Kesetaraan Gender Kemen PPPA, Amurwani Dwi Lestariningsih. Ia mengimbau perempuan untuk tetap tegas, jujur, dan menjaga integritas dalam menghadapi berbagai tantangan dan stereotip di ruang publik.

Komitmen OJK Bangun Sektor Keuangan Bersih

Kegiatan yang diikuti oleh 220 peserta luring dan 4.500 peserta daring ini juga menjadi wadah penegasan komitmen OJK dalam mewujudkan tata kelola yang bersih. Langkah konkret yang dilakukan antara lain melalui sertifikasi Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP), pengendalian gratifikasi, serta sinergi dengan KPK.

OJK juga mendorong perempuan untuk aktif memperkuat budaya anti-fraud dan memanfaatkan Whistleblowing System (WBS) demi terwujudnya sektor jasa keuangan yang sehat, inklusif, dan terpercaya.

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *