Ambon – Ketua Tim Pembina Posyandu Kota Ambon, Lisa Wattimena, kembali menunjukkan kepedulian nyata terhadap masyarakat dengan turun langsung ke lapangan meninjau kondisi rumah tidak layak huni (RTLH) milik warga di wilayah Kecamatan Sirimau, Kota Ambon. Kunjungan ini dilakukan sebagai bentuk respons cepat atas keluhan dan aspirasi yang disampaikan warga, baik secara langsung maupun melalui pesan langsung di media sosial.
Dalam peninjauan yang berlangsung Selasa (02/06/2026) Lisa Wattimena beserta rombongan mendatangi lokasi di Lingkungan Karang Panjang, RT 004/RW 04.dengan jalan yang sangat berbahaya(berjurang)
Di sana, ia meninjau secara teliti hunian milik Ibu Diana Carolus alias Luhukay dan Ibu Au, dua warga yang kondisinya memprihatinkan. Terlihat jelas, bangunan rumah mereka sudah sangat tua dan rusak parah: atap bocor yang membuat interior basah saat hujan, dinding kayu yang lapuk dan rapuh, struktur bangunan yang tidak kokoh, serta ruang hunian yang sempit dan tidak memenuhi standar kesehatan maupun keselamatan.
Kedua keluarga tersebut merupakan warga dari kalangan kurang mampu, salah satunya adalah janda yang berpenghasilan minim. Mereka mengaku sudah lama ingin memperbaiki rumah, namun keterbatasan ekonomi membuat mereka tak sanggup menanggung biaya perbaikan sendiri.
“Kami sangat bersyukur dan terharu ada Ibu Lisa yang mau datang langsung melihat kondisi kami. Kami tidak punya biaya untuk renovasi, kami hanya berharap ada bantuan nyata dari pemerintah atau pihak terkait agar kami bisa tinggal di rumah yang aman, kering, dan layak,” ungkap salah satu warga, dengan nada harul
Lisa Watimena juga menjelaskan bahwa bantuan perbaikan rumah tidak layak huni memang tersedia dalam program pemerintah, namun memiliki persyaratan dan mekanisme verifikasi yang ketat. Hal ini dilakukan demi menjamin akuntabilitas dan memastikan bantuan tersebut jatuh kepada warga yang benar-benar berhak dan paling membutuhkan.
“Bantuan tidak bisa asal berikan. Ada aturan, syarat kepemilikan rumah, dan proses verifikasi. Tapi komitmen saya, kami akan dampingi warga untuk melengkapi persyaratan itu. Kami pastikan prosesnya jujur, transparan, dan adil, tidak ada pilih kasih,” tambahnya. Bagi Lisa, peran Tim Pembina Posyandu saat ini tidak hanya terbatas pada kesehatan ibu dan anak, namun juga merangkul kesejahteraan sosial masyarakat.
Kunjungan ini disambut baik oleh masyarakat setempat. Warga berharap langkah nyata seperti ini terus dilakukan dan menjadi jembatan agar perhatian pemerintah kota benar-benar dirasakan hingga ke pelosok lingkungan, membantu mereka keluar dari keterbatasan demi kehidupan yang lebih baik dan sejahtera









