Ambon — Wakil Gubernur Maluku, Abdullah Vanath, memberikan apresiasi tinggi dan menyampaikan pesan mendalam mengenai pentingnya penggunaan Rupiah. Ia mengingatkan kasus historis di mana penggunaan mata uang asing di wilayah perbatasan dapat berdampak pada kedaulatan wilayah.
“Alat ketahanan nasional itu juga duit. Jangan sampai wilayah kita tapi alat tukarnya mata uang orang lain,” tegas Wagub.
Ia juga menyoroti kondisi ekonomi masyarakat yang sering menyimpan uang dalam kondisi tidak layak edar, sehingga misi penukaran ini sangat penting. Lebih jauh, Wagub menekankan bahwa kekuatan ekonomi dan Rupiah harus menjadi alat pemersatu bangsa di tengah keberagaman suku dan budaya, agar tidak mudah terpecah belah.
“Mari kita jadikan Rupiah sebagai simbol persatuan. Saya doakan perjalanan ini selamat dan sukses, membawa manfaat besar bagi masyarakat Maluku,” tutup Wagub dengan doa restu.
Kegiatan ini menjadi bukti nyata sinergi tiga pilar: Pemerintah, BI, dan TNI AL dalam melayani rakyat dan menjaga kedaulatan negara dari sisi ekonomi.











