Langgur – Suara Manise
Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tual menggelar ibadah Jalan Salib bagi warga binaan beragama Katolik pada Jumat (27/03). Kegiatan yang berlangsung khidmat di lingkungan Lapas ini menjadi bagian dari upaya pembinaan kepribadian yang menitikberatkan pada penguatan mental dan spiritual.
Kepala Lapas Kelas IIB Tual, Nurchalis Nur, menegaskan bahwa pembinaan rohani memiliki peran strategis dalam proses pemulihan warga binaan sebelum kembali ke masyarakat. Menurutnya, ibadah Jalan Salib bukan sekadar rutinitas keagamaan, melainkan ruang refleksi mendalam bagi warga binaan untuk menata kembali kehidupan mereka.
“Ibadah ini menjadi momentum untuk merenungkan perjalanan hidup, mengakui kesalahan masa lalu, dan membangun komitmen baru ke arah yang lebih baik. Kami meyakini bahwa pemulihan spiritual akan menjadi bekal penting dalam proses reintegrasi sosial,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Kepala Seksi Bimbingan Narapidana/Anak Didik (Kasi Binadik), Keneth Huwae. Ia menjelaskan bahwa kegiatan keagamaan seperti Jalan Salib merupakan bagian integral dari program pembinaan yang terstruktur dan berkelanjutan.
“Kami menginternalisasikan nilai-nilai pengorbanan, kesabaran, dan keteguhan iman ke dalam pola pembinaan sehari-hari. Tujuannya adalah membentuk pribadi yang lebih kuat secara mental serta mampu menunjukkan perubahan perilaku yang nyata,” jelasnya.
Ibadah tersebut dipandu oleh penyuluh agama dari Kementerian Agama Kabupaten Maluku Tenggara. Dalam renungannya, Diana menekankan bahwa Jalan Salib memiliki makna mendalam sebagai perjalanan pertobatan dan pemulihan diri.
“Jalan Salib mengajarkan bahwa setiap penderitaan memiliki makna jika dijalani dengan iman. Meski secara fisik berada dalam keterbatasan, jiwa harus tetap merdeka dari belenggu dosa dan kesalahan,” ungkapnya.
Kegiatan yang diikuti dengan penuh kesungguhan ini diharapkan mampu menekan angka residivisme serta menciptakan suasana Lapas yang lebih harmonis. Pendekatan pembinaan berbasis spiritual dinilai menjadi salah satu kunci dalam membangun kesadaran diri dan mempersiapkan warga binaan untuk kembali sebagai pribadi yang lebih baik di tengah masyarakat.











