AMBON, 1 Juni 2026 – Semangat persatuan dan cita-cita mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia menjadi ruh utama peringatan Hari Lahir Pancasila tahun 2026 di lingkungan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Perwakilan Provinsi Maluku. Bagi lembaga pengawas sektor keuangan ini, penghormatan tertinggi terhadap ideologi bangsa diwujudkan tidak hanya lewat upacara, melainkan melalui langkah strategis: memperluas literasi dan inklusi keuangan hingga ke seluruh pelosok tanah dan perairan Maluku.
Bagi OJK Maluku, nilai-nilai luhur Pancasila memiliki korelasi yang sangat erat dengan tugas pokok menjaga stabilitas dan mengembangkan sektor jasa keuangan. Sila ketiga “Persatuan Indonesia” dan sila kelima “Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia” menjadi landasan kuat mengapa kesetaraan akses dan pengetahuan keuangan harus menjadi prioritas utama pembangunan ekonomi daerah.
Kepala OJK Perwakilan Maluku Haramain Bilalldy menegaskan bahwa kemajuan ekonomi tidak akan bermakna jika hanya dirasakan oleh sebagian kalangan saja. Sebaliknya, ekonomi yang benar-benar berlandaskan Pancasila adalah ekonomi yang inklusif, di mana setiap warga – baik yang tinggal di pusat kota Ambon maupun di pulau-pulau terluar, baik pelajar, ibu rumah tangga, maupun pelaku UMKM – memiliki hak dan kemampuan yang sama dalam mengelola, mengakses, dan memanfaatkan layanan keuangan yang aman dan resmi.senin(01/06/2026)
“Makna sesungguhnya dari Hari Lahir Pancasila bagi kami adalah memastikan tidak ada satu pun saudara kita di Maluku yang tertinggal atau tersisih karena minim pengetahuan keuangan atau sulit mengakses layanan perbankan dan keuangan. Masyarakat yang melek keuangan adalah masyarakat yang mandiri, kuat, dan sulit dirugikan. Itulah bentuk pengamalan nyata sila-sila Pancasila dalam dunia nyata,” tegasnya.
Oleh karena itu, sepanjang tahun 2026, OJK Maluku terus menggencarkan berbagai program edukasi dan perluasan akses. Sasarannya sangat luas: mulai dari menanamkan budaya menabung dan pengelolaan uang sejak dini di satuan pendidikan, pendampingan manajemen keuangan bagi pelaku usaha kecil dan menengah, hingga mendorong adopsi layanan keuangan digital agar jangkauan layanan perbankan mampu menembus batas geografis kepulauan.
Selain kemudahan akses, penguatan literasi juga difokuskan untuk membentengi masyarakat dari berbagai modus kejahatan keuangan, seperti investasi bodong, pinjaman ilegal, dan penipuan daring. Pemahaman yang baik akan hak, kewajiban, dan risiko dalam transaksi keuangan menjadi tameng utama warga dalam menjaga harta dan asetnya.
Dalam semangat 1 Juni ini, OJK Maluku juga mengajak seluruh elemen masyarakat, pemerintah daerah, dan pelaku industri jasa keuangan untuk bersatu padu. Sinergi ini diharapkan mampu melahirkan ekosistem keuangan yang sehat, adil, dan inklusif, sehingga kesejahteraan ekonomi benar-benar dapat dirasakan secara merata sebagai buah nyata dari pengamalan nilai-nilai Pancasila di bumi Kepulauan Maluku.










