Dari KIP Kuliah di Unpatti Menuju Mimpi S2: Kisah Perjuangan yang Berbuah Berkat

banner 468x60

UNPATTI,- Perjalanan penuh perjuangan seorang mahasiswa penerima KIP Kuliah Universitas Pattimura membuahkan hasil membanggakan. Clarise Franciska Lalineka, S.P., lulusan Fakultas Pertanian, berhasil menyelesaikan studi sarjana dalam waktu 3,5 tahun dengan capaian IPK sempurna, sekaligus memperoleh kesempatan melanjutkan pendidikan ke jenjang magister (S2) melalui dukungan Wakil Ketua MPR RI, Dr. Eddy Soeparno, S.H., M.H.

Prestasi Clarisse menjadi sorotan dalam prosesi wisuda April 2026. Di tengah suasana haru yang dirasakan oleh orang tua dan seluruh wisudawan, ia menerima kejutan istimewa berupa beasiswa untuk melanjutkan studi.

Dalam Orasi, Eddy Soeparno secara langsung menyampaikan dukungannya di hadapan Rektor dan seluruh peserta wisuda. “Saya ingin menyampaikan pesan khusus kepada Ananda Clarise Franciska Lalineka yang lulus hari ini dengan IPK sempurna. Kalau Ananda Clarise nanti mau melanjutkan ke S2, nanti saya akan perjuangkan dari Kartu Indonesia Pintarnya untuk kuliah. Kalau KIP-nya tidak didapat, maka S2-nya akan menjadi tanggung jawab Wakil Ketua MPR RI,” ujarnya.

Pernyataan tersebut disambut haru dan bangga, khususnya oleh orang tua Clarise, serta menjadi inspirasi bagi seluruh wisudawan yang hadir.

Perjalanan Clarise menuju titik ini tidaklah mudah. Ia mengisahkan bahwa pada awal perkuliahan sempat dihadapkan pada kewajiban pembayaran UKT sebesar Rp3 juta sebelum pengumuman resmi penerimaan KIP Kuliah keluar.

“Waktu itu saya sempat menangis karena merasa jumlah tersebut sangat besar, papa hanya seorang buruh namun, orang tua saya tetap mendorong untuk melanjutkan dengan keyakinan bahwa pasti ada jalan,” ungkapnya.

Keyakinan tersebut akhirnya terjawab ketika pengumuman penerimaan KIP Kuliah keluar dan namanya dinyatakan lolos sebagai penerima. Sejak saat itu, ia mengandalkan sepenuhnya bantuan beasiswa yang mencakup biaya pendidikan (UKT) serta bantuan biaya hidup sebesar Rp5.700.000 per semester.

Dengan dukungan tersebut, Clarise mampu menyelesaikan studi hingga semester tujuh tanpa bergantung pada pembiayaan orang tua. Meski menghadapi berbagai keterbatasan, ia tetap aktif mengembangkan diri melalui berbagai kegiatan akademik dan organisasi. Ia terlibat dalam sejumlah penelitian bersama dosen serta dipercaya memimpin sebagai Ketua Inkubator Bisnis Mahasiswa. Di bawah kepemimpinannya, tim berhasil memperoleh pendanaan usaha sebesar Rp50 juta dari program pemerintah.

Clarise mengaku tidak pernah membayangkan akan mendapatkan kesempatan melanjutkan studi hingga jenjang magister.

“Saya tidak pernah membayangkan akan mendapatkan beasiswa ini. Keinginan untuk melanjutkan S2 memang ada, tetapi saya sadar kondisi ekonomi. Untuk S1 saja saya harus berjuang dengan beasiswa,” tuturnya.

Ia menambahkan bahwa pencapaian tersebut merupakan jawaban atas doa dan usaha yang dijalani dengan penuh kesungguhan.

Sebagai penutup, Clarise menyampaikan pesan motivasi kepada mahasiswa lain, khususnya yang berasal dari latar belakang ekonomi menengah ke bawah.

“Percaya pada diri sendiri, jangan mudah menyerah, dan terus berusaha. Dukungan orang tua dan doa juga sangat penting dalam setiap proses yang kita jalani,” pesannya.

Kisah Clarise menjadi bukti bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk meraih pendidikan tinggi dan prestasi. Program KIP Kuliah yang dihadirkan pemerintah dinilai memberikan peluang besar bagi mahasiswa untuk berkembang, berprestasi, dan meraih masa depan yang lebih baik.

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *