Ambon – Persoalan keterbatasan daya tampung SMA Negeri di Kota Ambon terus berulang setiap tahun, menimbulkan keresahan orang tua dan ketidakpastian akses pendidikan bagi siswa lulusan SMP.
Anos Yeremias Anggota DPRD Maluku menilai masalah ini bukan sekadar soal sistem penerimaan siswa, melainkan lemahnya perencanaan pendidikan jangka panjang. Padahal pemerintah memiliki data yang dapat dipakai memprediksi kebutuhan sekolah.
Selain menerapkan kebijakan afirmasi yang adil, solusi utama adalah menambah ruang kelas, memperluas kapasitas sekolah, serta membangun SMA Negeri baru sesuai kebutuhan. Pemerintah diminta menjadikan pendidikan sebagai investasi strategis, bukan sekadar menjalankan aturan.
“Jangan biarkan anak-anak Maluku menjadi korban lemahnya perencanaan. Setiap anak berhak mendapatkan kesempatan pendidikan yang layak,” tegasnya.











