Wahai,— Suara Manise
Rangkaian Pekan Olahraga, Seni, Intelektual, dan Kesadaran Berbangsa dan Bernegara (Porsenikab) dalam rangka peringatan Hari Bakti Pemasyarakatan (HBP) ke-62 di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Wahai resmi ditutup pada Jumat (24/4). Penutupan berlangsung khidmat di lapangan blok hunian, meski di tengah padatnya agenda kedinasan.
Bertindak sebagai pembina apel, Kepala Subseksi Admisi dan Orientasi, La Joi, memimpin langsung jalannya upacara yang diikuti oleh seluruh petugas serta Warga Binaan. Dalam amanatnya, ia menegaskan bahwa keberhasilan pelaksanaan Porsenikab merupakan hasil dari komitmen bersama dalam menjaga keamanan dan ketertiban.
“Saya memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh peserta yang telah menjunjung tinggi sportivitas. Kegiatan ini membuktikan bahwa keterbatasan bukan menjadi penghalang untuk tetap disiplin dan berprestasi. Semangat kebersamaan yang terbangun selama kegiatan ini diharapkan terus terjaga dalam kehidupan sehari-hari di blok hunian,” ujar La Joi.
Sementara itu, Kepala Lapas Wahai, Tersih Victor Noya, menegaskan bahwa Porsenikab bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bagian penting dari proses pembinaan bagi Warga Binaan.
“Porsenikab HBP ke-62 ini adalah wadah pembentukan karakter dan pemulihan jati diri. Melalui berbagai perlombaan, terlihat adanya semangat perubahan yang positif. Kami berkomitmen untuk terus menghadirkan pelayanan prima, sehingga setiap Warga Binaan dapat kembali ke masyarakat sebagai pribadi yang lebih baik dan produktif,” ungkap Tersih.
Apresiasi juga datang dari Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Maluku, Ricky Dwi Biantoro. Ia menilai keberhasilan kegiatan ini sebagai cerminan pemasyarakatan yang modern dan humanis.
“Saya bangga atas suksesnya penyelenggaraan Porsenikab di Lapas Wahai yang berlangsung aman dan kondusif. Ini menjadi contoh nyata pelaksanaan pembinaan yang berorientasi pada perubahan. Momentum HBP ke-62 ini harus dimanfaatkan sebagai langkah maju untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik yang berintegritas dan transparan,” tuturnya.
Dengan berakhirnya Porsenikab, Lapas Wahai kembali melanjutkan program pembinaan rutin dengan semangat baru, guna mendorong transformasi positif bagi seluruh Warga Binaan.











