JAKARTA – Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang dikelola BPJS Kesehatan terus memperkuat cakupan perlindungan bagi masyarakat. Hingga akhir tahun 2025, jumlah peserta tercatat mencapai 282,7 juta jiwa, setara lebih dari 98% dari total penduduk Indonesia dan melampaui target yang ditetapkan dalam RPJMN 2025–2029.
Direktur Utama BPJS Kesehatan Ali Ghufron Mukti menyampaikan bahwa capaian ini menegaskan komitmen negara menghadirkan akses kesehatan yang adil dan merata. “Kita syukuri, cakupan kepesertaan telah menyentuh hampir seluruh lapisan masyarakat. Sekarang fokus utama adalah meningkatkan tingkat keaktifan peserta agar manfaat perlindungan kesehatan bisa dirasakan sepenuhnya,” ujarnya.
Dari total peserta tersebut, sekitar 81,85% berstatus aktif, sementara sisanya masih perlu melengkapi kewajiban iuran. Sebaran peserta didominasi oleh segmen Penerima Bantuan Iuran (PBI) sebanyak 113,56 juta jiwa, diikuti peserta yang didaftarkan Pemda 63,52 juta jiwa, serta kelompok pekerja formal dan mandiri.
Pihaknya juga terus melakukan pembenahan layanan, antara lain penggunaan NIK sebagai identitas tunggal di fasilitas kesehatan, perluasan fitur aplikasi Mobile JKN, dan peningkatan kerja sama dengan badan usaha serta pemerintah daerah. Langkah ini diharapkan memperkuat keberlanjutan program menuju cakupan kesehatan semesta atau Universal Health Coverage sepenuhnya.









