Ambon – Perjalanan Tim Nasional Belanda di ajang Piala Dunia 2026 harus berhenti lebih cepat dari yang diharapkan. Tim Oranye tersingkir setelah dikalahkan oleh Maroko melalui babak adu penalti yang penuh drama, memicu kekecewaan mendalam bagi para pendukungnya yang berada di Kota Ambon, Maluku.
Pertandingan yang berlangsung sengit selama 120 menit berakhir imbang dengan skor 1–1. Kedua tim telah berjuang habis-habisan untuk memastikan kemenangan, namun tidak ada yang mampu memecah kebuntuan hingga waktu pertandingan berakhir. Keputusan pun jatuh ke babak adu penalti, di mana Maroko tampil lebih tenang dan akurat dalam mengeksekusi tendangan, sementara beberapa eksekutor Belanda gagal menembus gawang lawan.Selasa(30/06/2026)
Kekalahan ini langsung terasa dampaknya di kalangan suporter Belanda yang berkumpul untuk menyaksikan siaran langsung pertandingan di sejumlah tempat nonton bareng dan kafe di Ambon. Awalnya suasana penuh semangat dan harapan, namun berubah hening seketika saat tendangan penentu berhasil diamankan oleh kiper Maroko.
“Sangat kecewa, pertandingan sudah berjalan baik, tapi sayang di babak penalti keberuntungan tidak berpihak kepada kami. Kami sudah berharap bisa melangkah lebih jauh,” ujar salah seorang suporter fanatik timnas Belanda Rein Hetharie
Meskipun merasakan kekecewaan yang mendalam, sebagian besar suporter di Ambon tetap bersikap sportif. Mereka mengakui keunggulan Maroko pada momen krusial tersebut dan tetap mendukung tim kesayangannya untuk bangkit kembali di ajang internasional berikutnya.
Kekalahan ini menutup perjalanan Belanda di Piala Dunia 2026, sementara Maroko melaju ke babak selanjutnya dan menambah daftar kejutan di turnamen tahun ini. Bagi para pendukung di Ambon, momen ini menjadi pengingat bahwa sepak bola penuh dengan ketidakpastian, sekaligus meninggalkan harapan untuk kebangkitan tim Oranye di masa mendatang.











