Wahai,–Suara Manise
Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Wahai menerima kunjungan Dinas Perpustakaan Kabupaten Maluku Tengah (Malteng) dalam rangka monitoring dan evaluasi (monev) terhadap bantuan buku yang telah dihibahkan, Sabtu (25/4). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat budaya literasi bagi Warga Binaan melalui optimalisasi fungsi perpustakaan sebagai sarana pembinaan.
Dalam kunjungan tersebut, tim melakukan peninjauan langsung ke Perpustakaan “Beranda Mesra” Lapas Wahai. Peninjauan meliputi inventarisasi koleksi, kondisi fisik buku, hingga tingkat pemanfaatannya oleh Warga Binaan. Selain itu, dilakukan pula dialog interaktif guna mengidentifikasi kebutuhan bahan bacaan yang lebih variatif dan sesuai minat pembaca.
Kepala Lapas Wahai, Tersih Victor Noya, menegaskan bahwa perpustakaan memiliki peran strategis dalam pembinaan kepribadian Warga Binaan.
“Perpustakaan kami hadirkan sebagai ruang belajar sekaligus sarana transformasi karakter. Melalui literasi, Warga Binaan diharapkan mampu memperluas wawasan dan membangun pola pikir yang lebih positif,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Pelayanan Dinas Perpustakaan Malteng, Risa Karmini, mengapresiasi komitmen Lapas Wahai dalam merawat serta memanfaatkan buku hibah secara optimal.
“Kami melihat koleksi buku terawat dengan baik dan tertata rapi. Kunjungan ini juga bertujuan memetakan kebutuhan koleksi agar pengembangan literasi di dalam Lapas semakin relevan dan berkelanjutan,” ungkapnya.
Kepala Subseksi Admisi dan Orientasi Lapas Wahai, La Joi, menambahkan bahwa keberadaan buku sangat mendukung proses pembinaan
“Antusiasme Warga Binaan cukup tinggi, khususnya terhadap buku motivasi dan keagamaan. Evaluasi ini membantu kami dalam menentukan kebutuhan ke depan, baik dari segi penambahan maupun perbaikan koleksi,” jelasnya.
Melalui kegiatan ini, Lapas Wahai bersama Dinas Perpustakaan Malteng berkomitmen untuk terus memperkuat sinergi dalam pengembangan literasi. Diharapkan, keberadaan perpustakaan semakin optimal dalam meningkatkan wawasan serta mempersiapkan Warga Binaan untuk kembali berperan aktif di tengah masyarakat.











