JAKARTA – Bank Indonesia (BI) mengingatkan masyarakat untuk waspada terhadap maraknya modus penipuan yang kini dikenal sebagai task scam. Modus ini menawarkan keuntungan menggiurkan melalui tugas-tugas sederhana di media sosial, namun berujung pada kerugian materi bagi korban.
Berdasarkan peringatan resmi yang disampaikan BI, modus ini biasanya dimulai dengan ajakan melakukan aktivitas ringkas seperti memberikan tanda suka (like) atau membagikan ulang (repost) konten tertentu. Pelaku akan memberikan imbalan kecil di awal agar korban merasa percaya dan tertarik untuk terus berpartisipasi.
Setelah kepercayaan terbentuk, pelaku kemudian meminta korban untuk melakukan penyetoran dana atau top up dengan janji akan mendapatkan komisi yang jauh lebih besar. Padahal, uang yang disetorkan tidak akan pernah kembali dan pelaku akan menghilang.
“Jangan mudah percaya dengan tawaran keuntungan yang didapat secara instan. Selalu teliti dan cek kebenaran informasi melalui saluran resmi Bank Indonesia,” tegas BI dalam peringatannya.
Masyarakat diimbau untuk tidak memberikan data pribadi maupun menyetor dana kepada pihak yang tidak jelas kredibilitasnya. Jika menemukan tawaran mencurigakan, segera laporkan ke pihak berwenang.









