Ekonomi Syariah Disebut Jadi ‘Mesin Baru’ Pertumbuhan Maluku, BI: Kuncinya Amanah dan Keadilan

banner 468x60

Ambon – Bank Indonesia Provinsi Maluku menyebut Ekonomi dan Keuangan Syariah sebagai motor penggerak baru yang potensial mengerek pertumbuhan ekonomi daerah. Sistem berbasis nilai keadilan dan keberkahan itu dinilai cocok dengan karakter masyarakat Maluku.

“Ekonomi syariah itu kuncinya ada pada amanah dan keadilan. Tidak ada pihak yang dirugikan. Ini yang membuat sistem ini semakin relevan dan diterima luas oleh masyarakat,” kata Staf Kantor Perwakilan BI Maluku, Athufail Araafi Soeripto, dalam Temu Wartawan Mitra BI di Ambon, Senin (13/04/2026).

*Bidik Wisata Halal hingga Modest Fashion*

Athufail memaparkan, Maluku punya modal besar untuk masuk ke ekosistem halal global. Kekayaan alam dan budaya bisa dikawinkan dengan konsep Pariwisata Ramah Muslim yang menjamin kehalalan produk dan kenyamanan layanan bagi wisatawan domestik maupun mancanegara.

Tak hanya pariwisata, ceruk lain yang terbuka lebar meliputi industri makanan-minuman halal, modest fashion, serta layanan keuangan syariah. Momentumnya tepat karena Indonesia kini bertengger di peringkat ketiga ekonomi syariah dunia versi State of the Global Islamic Economy (SGIE).

“Peluang Maluku untuk ikut andil di kancah nasional dan internasional sangat terbuka,” ujarnya.

*Literasi Jadi PR Bersama*

Meski prospeknya cerah, Athufail tak menampik masih ada pekerjaan rumah. Tantangan utama adalah rendahnya literasi masyarakat soal produk dan manfaat ekonomi syariah.

“Potensinya besar, tetapi literasinya masih perlu ditingkatkan. Di sinilah peran media menjadi sangat penting untuk membantu memberikan edukasi yang benar kepada masyarakat,” tegasnya.

Tantangan lain datang dari sisi penguatan ekosistem industri halal dan perluasan akses keuangan syariah agar menjangkau seluruh lapisan, termasuk wilayah kepulauan.

*Kolaborasi BI, KNEKS, KDEKS*

Untuk menjawab itu, BI bersama Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) serta Komite Daerah (KDEKS) mendorong strategi konkret. Tiga fokus utama: membangun ekonomi syariah yang inklusif, menjaga stabilitas sistem keuangan, dan memperkuat kolaborasi lintas sektor.

Jika langkah ini konsisten, Athufail optimistis ekonomi syariah tak hanya jadi alternatif, melainkan tulang punggung baru pertumbuhan ekonomi Maluku yang lebih adil dan sejahtera

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *