Panen Kedua Kacang Panjang, Lapas Wahai Perkuat Kemandirian Warga Binaan

banner 468x60

Wahai — Suara Manise

Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Wahai kembali menunjukkan konsistensinya dalam membina warga binaan melalui sektor pertanian. Dalam upaya memperkuat kemandirian pangan, Lapas Wahai berhasil melaksanakan panen kacang panjang untuk kedua kalinya dengan hasil memuaskan, yakni mencapai 15 kilogram, Kamis (2/4).

Panen ini merupakan tindak lanjut dari keberhasilan budidaya mandiri yang dikelola langsung oleh warga binaan di bawah pengawasan petugas pembinaan. Tanaman kacang panjang yang dirawat secara organik tersebut dibudidayakan di lahan pinjam pakai yang difungsikan sebagai Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) Lapas Wahai, dengan hasil yang menunjukkan kualitas baik—buah panjang dan segar.

Kepala Lapas Wahai, Tersih Victor Noya, memberikan apresiasi kepada jajaran pembinaan serta warga binaan yang terus konsisten merawat tanaman. Menurutnya, panen kedua ini menjadi bukti nyata bahwa semangat produktivitas warga binaan tetap terjaga.

“Alhamdulillah, panen kedua ini lebih baik. Ini adalah bukti bahwa program pembinaan kemandirian berjalan secara konsisten. Banyak atau sedikitnya hasil bukan menjadi ukuran utama, melainkan semangat dan keseriusan warga binaan dalam belajar bertani sebagai bekal setelah bebas nanti,” ungkapnya.

Senada dengan itu, Staf Subseksi Pembinaan, Rahmatsyah Latief Ode, menjelaskan bahwa panen perdana yang dilakukan pada akhir bulan Ramadan lalu masih dalam skala terbatas.

“Hasil panen dari kebun SAE ini selain dimanfaatkan untuk konsumsi internal warga binaan guna menunjang kebutuhan gizi di dapur Lapas, juga dipasarkan secara terbatas kepada masyarakat sekitar yang berminat,” jelasnya.

Salah satu warga binaan berinisial WK yang terlibat langsung dalam proses budidaya mengaku bangga atas hasil yang dicapai. Ia menyebut kegiatan tersebut tidak hanya memberikan manfaat secara ekonomi, tetapi juga menghadirkan ketenangan serta keterampilan baru.

“Kami senang bisa menghasilkan sesuatu yang bermanfaat. Menanam dari biji hingga panen memberikan pengalaman berharga bagi kami,” ujarnya.

Melalui program ini, Lapas Wahai terus berkomitmen menjadikan pembinaan kemandirian sebagai bagian integral dalam membentuk karakter warga binaan yang mandiri, produktif, dan siap kembali ke tengah masyarakat. Program ini juga sejalan dengan implementasi Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Tahun 2026, khususnya dalam mendukung kemandirian pangan.

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *