Warga Binaan Lapas Wahai Ikuti Ibadah Minggu, Perkuat Iman dan Pembinaan Karakter

banner 468x60

Wahai, – Suara Manise

Suasana penuh sukacita dan kekhidmatan kembali terasa di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Wahai saat Warga Binaan Nasrani mengikuti ibadah Minggu di Gereja Ebenhaizer Lapas, Minggu (4/5). Kegiatan ini menjadi bagian dari program pembinaan kerohanian rutin guna membentuk kepribadian Warga Binaan yang lebih baik.

Ibadah dipimpin oleh Dkn. Y. Patty yang menyampaikan firman Tuhan dari Amsal 2:1–9 dengan tema “Faedah dari pada Menuntut Hikmat”. Dalam khotbahnya, ia mengajak seluruh Warga Binaan untuk terus mencari hikmat dan pengertian sebagai bekal menjalani kehidupan, baik selama masa pembinaan maupun setelah kembali ke tengah masyarakat.

“Firman Tuhan mengajarkan bahwa hikmat adalah dasar kehidupan yang benar. Dengan menuntut hikmat, kita akan mampu membedakan yang baik dan yang benar serta menjalani hidup dengan penuh tanggung jawab,” ujar Dkn. Y. Patty.

Rangkaian ibadah yang meliputi pujian, doa, dan perenungan firman berlangsung tertib dan penuh penghayatan. Suara pujian yang menggema di dalam Lapas menjadi simbol semangat dan harapan baru bagi para Warga Binaan.

Kepala Lapas Wahai, Tersih Victor Noya, mengatakan kegiatan ibadah Minggu merupakan bagian penting dari pembinaan kepribadian Warga Binaan.

“Kami berkomitmen menghadirkan pembinaan yang menyentuh aspek mental dan spiritual. Ibadah seperti ini menjadi sarana bagi Warga Binaan untuk memperkuat iman, menenangkan batin, serta membangun motivasi untuk berubah menjadi pribadi yang lebih baik,” katanya.

Sementara itu, Kepala Subseksi Pembinaan, Merpaty Susana Mouw, menambahkan bahwa pembinaan kerohanian memberikan dampak positif yang nyata terhadap perilaku Warga Binaan.

“Kami melihat adanya perubahan sikap yang lebih disiplin, tenang, dan penuh kesadaran diri pada Warga Binaan yang aktif mengikuti kegiatan keagamaan. Ini menjadi indikator keberhasilan pembinaan yang kami jalankan,” jelasnya.

Di sisi lain, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Maluku, Dwi Ricky Biantoro, memberikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan ibadah tersebut.

“Pembinaan berbasis spiritual merupakan bagian penting dalam sistem Pemasyarakatan. Kami mendukung penuh kegiatan keagamaan yang dilaksanakan secara rutin karena mampu membentuk karakter Warga Binaan menjadi lebih baik dan siap kembali ke masyarakat,” ungkap Ricky.

Melalui kegiatan ibadah Minggu ini, diharapkan Warga Binaan tidak hanya menjalani masa pidana, tetapi juga memperoleh pembelajaran hidup yang berharga melalui firman Tuhan sehingga mampu menjalani kehidupan yang lebih bijaksana, bertanggung jawab, dan penuh harapan di masa depan.

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *